Ratusan Honorer Tak Masuk Database
By redaksi
Senin, 28-Desember-2009, 06:13:26
RANGKASBITUNG - Ratusan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Lebak tidak masuk dalam database di Badan Kepagawaian Negara (BKN).
Menyikapi hal tersebut, mereka berharap mendapatkan perhatian dari Pemkab Lebak agar memiliki harapan untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal itu mereka minta, karena ratusan honorer sudah lama mengabdi sehingga pantas mendapatkan perhatian dari Pemkab.
Ali Saeful Ramdani, guru honorer di SMP Negeri 8 Rangkasbitung mengatakan, meski tidak masuk dalam database BKN, namun dirinya dan rekan-rekan honorer yang senasib dengannya, turut mengabdi kepada Pemkab seperti pegawai lainnya.
“Honorer yang masuk database yang telah diangkat menjadi CPNS, tentu sama dengan kami, yaitu mengabdi untuk Pemkab Lebak dan masyarakat luas di kabupaten ini. Tetapi kenapa nasib kami seperti dibedakan,” ungkap Ali, Minggu (27/12).
Selain sebagai guru, kata Ali, banyak tenaga honorer yang bekerja sebagai tenaga teknis belasan hingga puluhan tahun di berbagai satuan kerja di Pemkab Lebak. Namun mereka juga belum mendapatkan kepastian status mereka di masa mendatang.
“Hingga hari ini, ratusan honorer yang mengabdi terus bertahan melakukan tugasnya, karena memang sangat mendambakan sekali untuk menjadi pegawai negeri. Hal itu tetap kami lakukan, meski honornya tidak besar,” katanya.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lebak HA Gofar mengatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk memperjuangkan tenaga honorer yang diangkat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati agar bisa diangkat menjadi CPNS. Sedangkan untuk honorer yang diangkat melalui SK kepala satuan keja, camat, ataupun kepala sekolah, Gofar tidak bisa menjaminnya.
“Untuk honorer yang diangkat melalui SK bupati, saat ini sedang kami perjuangkan agar bisa menjadi CPNS,” kata Gofar. (day)
Kamis, 07 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar